Putra Mahkota Arab Saudi Akhirnya Batal Akuisisi Newcastle, Loh Kenapa?

http://hussaininfosystem.com/wp-content/uploads/2020/07/bin-salman-newcastle.jpg

AGEN BOLA ONLINE – Rencana akuisisi klub Premier League, Newcastle United oleh konsorsium pimpinan Putra Mahkota Arab Saudi akhirnya batal menjadi kenyataan.

Seperti diberitakan sejak April lali, Public Investment Fund of Saudi Arabia [PIF] milik Arab Saudi yang dipimpin Putra Mahkota Mohammed Bin Salman sudah siap membeli saham Newcastle.

Konsorium Arab Saudi disebut bakal mengucurkan dana hingga 340 juta pounds untuk membeli Newcastle dari tangan Mike Ashley. Harga tersebut sudah sesuai dengan tawaran Mike Ashley.

Konsorium yang digalang Mohamed bin Salman terdiri dari tiga induk perusahaan. PIF bakal menjadi pemodal terbesar dengan porsi saham hingga 80%. Lalu ada PCP Capital dan Amanda Staveley yang masih-masing mendapat 10% dari saham yang dibeli.

Pihak Newcastle sudah sempat melaporkan rencana akuisisi ini kepada Premier League. Namun, karena proses berbelit-belit dan memakan waktu lama, konsorsium Arab Saudi akhirnya mengurungkan niatnya.

BACA JUGA : Diincar Chelsea dan MU, Atletico: Oblak Masih Milik Kami

“Dengan apresiasi yang dalam untuk komunitas Newcastle dan kepentingan dari klubnya, kami memutuskan untuk membatalkan ketertarikan kami mengakuisisi Newcastle United FC,” demikian pernyataan PIF, PCP Capital, dan Reuben Brothers seperti dilansir agen bola online.

“Kami melakukannya dengan rasa penyesalan, karena sebelumnya kami antusias dan berkomitmen penuh untuk berinvestasi di kota Newcastle yang luar biasa dan yakin kami bisa mengembalikan klub ke posisi dalam sejarah, tradisi, dan penggemar,”

“Sayangnya, proses berkepanjangan akibat situasi saat ini, ditambah dengan ketidakpastian secara global membuat investasi potensial ini tak lagi bisa berjalan secara komersil,”

Sejak awal kabar rencana akuisisi Newcastle oleh konsorsium Arab Saudi ini menyeruak, memang muncul banyak rintangan dari berbagai pihak.

Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) menuding Arab Saudi terlibat dalam kasus pembajakan hak siar.

Arab Saudi diklaim berada di belakang saluran TV satelit bajakan bernama beoutQ, yang menayangkan acara-acara olahraga secara ilegal.