Jurgen Klopp dan Liverpool, Bukti Bahwa Kesabaran Berbuah Manis

http://hussaininfosystem.com/wp-content/uploads/2020/07/thumb_101482_default_news_size_5.jpeg

AGEN BOLA ONLINENama Jurgen Klopp tidak akan pernah dilupakan fans Liverpool. Dialah pelatih yang mempersembahkan trofi Premier League setelah 30 tahun menunggu, dialah sang legenda.

Klopp tiba di Anfield pada tahun 2015 lalu untuk mengerjakan proyek besar. Namun, butuh empat tahun bagi Klopp untuk membawa Liverpool meraih trofi pertama mereka, yakni ketika menjuarai Liga Champions 2018/19 lalu.

Kini, di tahun kelima, Klopp berhasil mempersembahkan trofi Premier League yang sudah sangat dirindukan fans Liverpool. Sekarang Klopp adalah legenda, bahkan mungkin bakal dibuatkan patung khusus di Anfield.

Kendati demikian, jika dilihat secara menyeluruh, perjalanan Klopp ini berbeda dengan pelatih-pelatih tim top lainnya. Empat tahun untuk trofi pertama terbilang lama.

Andai Klopp melatih klub besar lainnya, katakanlah Manchester United, Chelsea, atau Manchester City, mungkin dia sudah dipecat ketika gagal di tahun ketiga.

Perjalanan Klopp di Liverpool ini terbilang langka di dunia sepak bola modern. Analis Premier League, Steve McManaman, meyakini Klopp dan Liverpool adalah contoh buah manis kesabaran.

Menurutnya, tren pemecatan pelatih justru merusak sepak bola. Tidak ada pelatih yang bisa mengembangkan tim secara instan, semua butuh waktu dan sumber daya yang mumpuni.

BACA JUGA : Harapan Mikel Arteta: Aubameyang Bikin 100 Gol Lagi, tapi …

“Saya selalu menekankan kesabaran, bahkan meski saya bekerja sebagai analis, saya tidak suka perekrutan dan pemecatan pelatih yang terlalu cepat,” buka McManaman kepada agen bola online.

“Bagaimana bisa mereka bekerja dan mengembangkan tim jika mereka hanya dipekerjakan selama delapan bulan?”

“Klopp, sejak pertama kali, dia memahami klub ini. Seolah-olah dia membaca sejarah klub sebelum tiba di sini. Dia diberi waktu oleh pemilik klub, dan yang lebih penting ada perkembangan setiap tahunnya.”

Di sisi lain, McManaman pun tahu tidak semua pelatih bisa diberi kesempatan dan waktu. Kasus Klopp spesial karena dari tahun ke tahun perkembangan tim terlihat nyata. Jika tidak, mungkin nasib Klopp sekarang berbeda.

“Setiap tahun ada progres menuju apa yang ingin dia capai, para pemain pun tahu ini adalah proyek jangka panjang,” sambung McManaman.

“Kita harus bersabar memperlakukan para pelatih. Selama mereka bekerja dengan etos yang tepat, dengan gagasan yang tepat, dangan gaya sepak bola yang tepat — saya kira itu sudah menunjukkan perkembangan.”

“Anda harus memberi mereka waktu, biarkan mereka bekerja, dan Jurgen Klopp adalah contoh sempurna untuk itu,” tandasnya.